Anemia Defisiensi Besi

Diposting pada

“PENGERTIAN”

“ADB” Adalah Anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh “depleted iron store” sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang, yang pada akhirnya pembentukan hemoglobin “Hb” berkurang.1

 

“SIMPTON DAN GEJALA PENYAKIT”

Anemia pada akhirnya menyebabkan Kelelahan, Sesak Nafas, Kurang Tenaga dan Gejala lainnya. Gejala yang khas dijumpai pada Defisiensi Besi, tidak dijumpai pada Anemia jenis lain, seperti :

  1. Atrofi papil lidah : Permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang.
  2. Glositis :  Iritasi lidah
  3. Keilosis : Bibir pecah-pecah
  4. Koilonikia : Kuku jari tangan pecah-pecah dan bentuknya seperti sendok.

 

“DIAGNOSIS PENYAKIT”

Penegakkan Diagnosis Anemia Defisiensi Besi Dilakukan Anamnesis dan pemeriksaan Fisik yang diTeliti disertai pemeriksaan Laboratorium yang Tepat. Secara Laboratorik Diagnosis Anemia Defisiensi Besi dapat dipakai seperti :

  1. Adanya riwayat Perdarahan Kronis atau terbukti adanya Sumber Perdarahan.
  2. Laboratorium : Anemia hipokrom mikrosister, Fe serum rendah, TIBC tinggi.
  3. Tidak terdapat Fe dalam Sumsum Tulang “sideroblast-“
  4. Adanya Respons yang baik terhadap pemberian Fe.1,2

 “PATOLOGI PENYAKIT”

Zat besi “Fe” diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin ‘Hb”. Kekurangan Fe mengakibatkan kekurangan Hb. Walaupun pembuatan Eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit dari pada biasa sehingga timbul anemia hipokromik mikrositik.3

Anemia defisiensi Fe merupakan hasil akhir keseimbangan negatif Fe yang berlangsung lama. Bila keseimbangan besi ini menetap akan menyebabkan cadangan besi terus berkurang. Terdapat 3 tahap defisiensi besi, yaitu :

  1. Iron depletion

Ditandai dengan cadangan besi menurun atau tidak ada tetapi kadar Fe serum dan Hb masih normal. Pada keadaan ini terjadi peningkatan absorpsi besi non heme.

  1. Iron deficient erythropoietin/iron limited erythropoiesis

Pada keadaan ini didapatkan suplai besi yang tidak cukup untuk menunjang eritropoiesis. Pada pemeriksaan laboratorium didapat kadar Fe serum dan saturasi transferin menurun sedangkan TIBC dan FEP meningkat.

  1. Iron deficiency anemia

Keadaan ini merupakan stadium lanjut dari defisiensi Fe. Keadaan ini ditandai dengan cadangan besi yang menurun atau tidak ada, kadar Fe serum rendah, saturasi transferin rendah, dan kadar Hb atau Ht yang rendah

 “PENGOBATAN”

Mengonsumsi suplemen penambah zat besi dilakukan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Tindakan ini sebagai salah satu pengobatan anemia. Asupan zat besi melalui konsumsi makanan juga perlu ditingkatkan, hal ini demi menjaga cadangan dan tingkat zat besi yang normal.

Ada beberapa makanan sumber zat besi yang sangat bagus, contohnya:

  1. Hati ayam dan hati sapi
  2. Kacang-kacangan, misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah
  3. Tahu dan tempe.
  4. Boga bahari atau makanan laut seperti ikan, tiram dan kerang.
  5. Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan brokoli.
  6. Daging merah tanpa lemak seperti daging sapi dan kambing.
  7. Buah-buahan kering, misalnya kismis dan aprikot

Agar dapat memaksimalkan penyerapan zat besi, asupan vitamin C juga diperlukan. Konsumsi makanan yang tinggi kandungan zat besinya bersamaan dengan sumber vitamin C seperti jeruk, kiwi dan tomat.

 

Loading...