batuk darah

Penyebab Batuk Berdarah Dan Cara Mengobatinya

Diposting pada

Batuk darah adalah ekspektorasi darah atau dahak yang mengandung bercak darah dan berasal dari saluran pernafasan bawah.

PATOGENESIS BATUK BERDARAH

Setiap proses yang terjadi pada paru akan mengakibatkan hipervaskularisasi dari cabang-cabang arteri bronkialis yang berperanan untuk memberikan nutrisi pada jaringan paru bila terjadi kegagalan arteri pulmonalis dalam melaksanakan fungsinya untuk pertukaran gas. Terdapatnya aneurisma Rasmussen pada kaverna tuberkulosis yang merupakan asal dari perdarahan pada hemoptoe masih diragukan. Teori terjadinya perdarahan akibat pecahnya aneurisma dari Ramussen ini telah lama dianut, akan tetapi beberapa laporan autopsi membuktikan bahwa terdapatnya hipervaskularisasi bronkus yang merupakan percabangan dari arteri bronkialis lebih banyak merupakan asal dari perdarahan pada hemoptoe.

batuk darah

Mekanisme terjadinya batuk darah adalah sebagai berikut :

  1. Radang mukosa

Pada trakeobronkitis akut atau kronis, mukosa yang kaya pembuluh darah menjadi rapuh, sehingga trauma yang ringan sekalipun sudah cukup untuk menimbulkan batuk darah.

  1. Infark paru

Biasanya disebabkan oleh emboli paru atau invasi mikroorganisme pada pembuluh darah, seperti infeksi coccus, virus, dan infeksi oleh jamur.

  1. Pecahnya pembuluh darah vena atau kapiler

Distensi pembuluh darah akibat kenaikan tekanan darah intraluminar seperti pada dekompensasi cordis kiri akut dan mitral stenosis.

  1. Kelainan membran alveolokapiler

Akibat adanya reaksi antibodi terhadap membran, seperti padaGoodpasture’s syndrome.

  1. Perdarahan kavitas tuberkulosa

Pecahnya pembuluh darah dinding kavitas tuberkulosis yang dikenal dengan aneurisma Rasmussen; pemekaran pembuluh darah ini berasal dari cabang pembuluh darah bronkial. Perdarahan pada bronkiektasis disebabkan pemekaran pembuluh darah cabang bronkial. Diduga hal ini terjadi disebabkan adanya anastomosis pembuluh darah bronkial dan pulmonal. Pecahnya pembuluh darah pulmonal dapat menimbulkan hemoptisis masif.

  1. Invasi tumor ganas
  2. Cedera dada

Akibat benturan dinding dada, maka jaringan paru akan mengalami transudasi ke dalam alveoli dan keadaan ini akan memacu terjadinya batuk darah.

DIAGNOSIS BATUK BERDARAH

  1. Anamnesis

Untuk mendapatkan riwayat penyakit yang lengkap sebaiknya diusahakan untuk mendapatkan data-data :

  • Jumlah dan warna darah
  • Lamanya perdarahan
  • Batuknya produktif atau tidak
  • Batuk terjadi sebelum atau sesudah perdarahan
  • Sakit dada, substernal atau pleuritik
  • Hubungannya perdarahan dengan : istirahat, gerakan fisik, posisi badan dan batuk
  • Wheezing
  • Riwayat penyakit paru atau jantung terdahulu.
  • Perdarahan di tempat lain serempak dengan batuk darah
  • Perokok berat dan telah berlangsung lama
  • Sakit pada tungkai atau adanya pembengkakan serta sakit dada
  • Hematuria yang disertai dengan batuk darah.
  1. Pemeriksaan fisik

Pada pemeriksaan fisik dicari gejala/tanda lain di luar paru yang dapat mendasari terjadinya batuk darah, antara lain : jari tabuh, bising sistolik dan opening snap, pembesaran kelenjar limfe, ulserasi septum nasalis, teleangiektasi.

  1. Pemeriksaan penunjang : Foto toraks dalam posisi AP dan lateral
  2. Pemeriksaan bronkoskopi

TATA LAKSANA BATUK BERDARAH

  1. Terapi konservatif
  • Pasien harus dalam keadaan posisi istirahat, yakni posisi miring (lateral decubitus).Kepala lebih rendah dan miring ke sisi yang sakit untuk mencegah aspirasi darah ke paru yang sehat.
  • Melakukansuction dengan kateter setiap terjadi perdarahan.
  • Batuk secara perlahan – lahan untuk mengeluarkan darah di dalam saluran saluran napas untuk mencegah bahaya sufokasi.
  • Dada dikompres dengan es – kap, hal ini biasanya menenangkan penderita.
  • Pemberian obat – obat penghenti perdarahan (obat – obat hemostasis), misalnya vit. K, ion kalsium, trombin dan karbazokrom.
  • Antibiotika untuk mencegah infeksi sekunder.
  • Pemberian cairan atau darah sesuai dengan banyaknya perdarahan yang terjadi.
  • Pemberianoksigen.
    • Tindakan selanjutnya bila mungkin:
  • Menentukan asal perdarahan dengan bronkoskopi
  • Menentukan penyebab dan mengobatinya, misal aspirasi darah dengan bronkoskopi dan pemberian adrenalin pada sumber perdarahan.

Incoming search terms:

  • pencegahan batuk darah