Cholangitis : Penyebab, Diagnosa dan Cara Mengobati

Cholangitis : Penyebab, Diagnosa dan Cara Mengobati

Cholangitis adalah infeksi bakterial dari saluran empedu yang tersumbat baik secara parsiil atau total.

Apa penyebabnya? Mikroorganisme yang menyebabkan infeksi pada kolangitis yang sering dijumpai berturut-turut adalah kuman-kuman aeroba gram (-), enterik E. Coli, Klebsiella, kemudian Streptococcus faecalis dan akhirnya bakteri anaerob seperti Bacteroides fragilis dan Clostridia. Adapula kuman-kuman Proteus, Pseudomonas dan Enterobacter enterococci(tidak jarang ditemukan).

Cholangitis

Simpton atau Gejala Cholangitis Cholangitis

Bagaimana gejala klinik yang biasa terjadi? Gejala yang dapat timbul sebagaimana yang dilukiskan oleh Charcot pada tahun 1877 berupa demam, nyeri perut bagian atas atau kanan atas serta ikterus didapatkan pada 50-60 % kasus.

Diagnosa penyakit Cholangitis

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan lekositosis, peningkatan yang menyolok dari fosfatase alkali atau GGT, bilirubin biasanya meningkat, sebagian kecil normal atau sedikit meningkat, SGOT/ SGPT dapat meningkat sekali pada obstruksi yang akut, ditemukan pada kebanyakan pasien kolangitis.

Pemeriksaan Ultrasonografi abdomen menunjukkan pelebaran saluran empedu, mengkonfirmasikan adanyanya kolangitis akut pada pasien.

Pengobatan Cholangitis

  • Kombinasi aminoglikosida dan ampisilin telah direkomendasikan karena dapat mencakup kuman tersebut di atas selain harganya tidak mahal. Kerugian kombinasi ini adalah bahwa aminoglikosida bersifat nefrotoksik.
  • Generasi ketiga sefalosporin telah dipakai dengan berhasil pada kolangitis akut karena dieksresikan melalui empedu.
  • Terapi tunggal dengan cefoperazon telah terbukti lebih baik daripada kombinasi ampisilin dan tobramisin, juga septasidin.
  • Golongan karbapenem yang baru yakni imipenem yang memiliki spektrum luas juga berpotensi baik. Obat ini diberikan bersama dengan silastatin.
  • Siprofloksasin dari golongan kuinolon telah digunakan pada sepsis bilier dan memiliki spektrum yang luas; obat ini diekskresi melalui ginjal dan juga penetrasi ke empedu. Bilamana dikombinasi dengan metronidasol untuk mencakup flora anaerob, akan sangat efektif.
  • Untuk pencegahan secara oral terhadap kolangitis rekuren dapat dipilih terapi tunggal dengan ampisilin, trimetoprin atau sefalosporin oral seperti sefaleksin.
Show Buttons
Hide Buttons
error: Content is protected !!