Demam Berdarah – Ketahui Gejala, Penyebab dan Mengobati

Diposting pada

Pengertian demam berdarah

Demam berdarah  (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau/ beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.

 demam berdarah

Gejala Demam Berdarah

  1. Suhu badan tinggi yang bisa mencapai 41 derajat celcius
  2. Tubuh menggigil
  3. Kehilangan nafsu makan
  4. Badan terasa lelah
  5. Sakit kepala
  6. Sakit tenggorokan
  7. Wajah berwarna kemerahan
  8. Nyeri sendi, otot, dan tulang
  9. Mual-mual
  10. Muntah
  11. Nyeri pada bagian belakang mata
  12. Pembengkakan kelenjar getah bening
  13. Munculnya bintik-bintik merah di kulit (terutama pada anak-anak)

 

Diagnosa Demam Berdarah

  1. Perlakukan hal ini sebagai gawat darurat. Berikan oksigen 2-4 L/menit secarra nasal.
  2. Berikan 20 ml/kg larutan kristaloid seperti Ringer laktat/asetat secepatnya.
  3. Jika tidak menunjukkan perbaikan klinis, ulangi pemberian kristaloid 20 ml/kgBB secepatnya (maksimal 30 menit) atau pertimbangkan pemberian koloid 10-20ml/kgBB/jam maksimal 30 ml/kgBB/24 jam.
  4. Jika tidak ada perbaikan klinis tetapi hematokrit dan hemoglobin menurun pertimbangkan terjadinya perdarahan tersembunyi; berikan transfusi darah/komponen.
  5. Jika terdapat perbaikan klinis (pengisian kapiler dan perfusi perifer mulai membaik, tekanan nadi melebar), jumlah cairan dikurangi hingga 10 ml/kgBB/jam dalam 2-4 jam dan secara bertahap diturunkan tiap 4-6 jam sesuai kondisi klinis dan laboratorium.
  6. Dalam banyak kasus, cairan intravena dapat dihentikan setelah 36-48 jam. Ingatlah banyak kematian terjadi karena pemberian cairan yang terlalu banyak daripada pemberian yang terlalu sedikit.

Patologi Demam Berdarah

Virus dengue yang telah masuk ketubuh penderita akan menimbulkan viremia. Hal tersebut menyebabkan pengaktifan complement sehingga terjadi komplek imun Antibodi – virus pengaktifan tersebut akan membetuk dan melepaskan zat (3a, C5a, bradikinin, serotinin, trombin, Histamin), yang akan merangsang PGE2 di Hipotalamus sehingga terjadi termo regulasi instabil yaitu hipertermia yang akan meningkatkan reabsorbsi Na+ dan air sehingga terjadi hipovolemi. Hipovolemi juga dapat disebabkan peningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah yang menyebabkan kebocoran palsma. Adanya komplek imun antibodi – virus juga menimbulkan agregasi trombosit sehingga terjadi gangguan fungsi trombosit, trombositopeni, dan koagulopati. Ketiga hal tersebut menyebabkan perdarahan berlebihan yang jika berlanjut terjadi syok dan jika syok tidak teratasi, maka akan terjadi hipoxia jaringan dan akhirnya terjadi Asidosis metabolik. Asidosis metabolik juga disebabkan karena kebocoran plasma yang akhirnya tejadi perlemahan sirkulasi sistemik sehingga perfusi jaringan menurun dan jika tidak teratasi dapat menimbulkan hipoxia jaringan.

Masa virus dengue inkubasi 3-15 hari, rata-rata 5-8 hari. Virus hanya dapat hidup dalam sel yang hidup, sehingga harus bersaing dengan sel manusia terutama dalam kebutuhan protein. Persaingan tersebut sangat tergantung pada daya tahan tubuh manusia. Sebagai reaksi terhadap infeksi terjadi:

  1. aktivasi sistem komplemen sehingga dikeluarkan zat anafilaktosin yang menyebabkan peningkatan permiabilitas kapiler sehingga terjadi perembesan plasma dari ruang intravaskular ke ekstravaskular,
  2. agregasi trombosit menurun, apabila kelainan ini berlanjut akan menyebabkan kelainan fungsi trombosit sebagai akibatnya akan terjadi mobilisasi sel trombosit muda dari sumsum tulang
  3. kerusakan sel endotel pembuluh darah akan merangsang atau mengaktivasi faktor pembekuan.

Ketiga faktor tersebut akan menyebabkan

  1. peningkatan permiabilitas kapiler;
  2. kelainan hemostasis, yang disebabkan oleh vaskulopati; trombositopenia; dan kuagulopati

 

Cara Mengobati Demam Berdarah (First Line Terapi dan alternatif Terapi)

Jika kita bisa mengenali gejala penyakit demam berdarah tanpa bantuan dari dokter, maka pengobatan demam berdarah dengue cukup mudah dilakukan di samping memang tidak adanya obat khusus yang diperuntukkan untuk penyakit ini.

Namun yang menjadi masalah adalah kita bukan seorang dokter. Dokter sendiri pun masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya tes darah, untuk melihat keberadaan virus dengue di dalam darah atau memastikan apakah gejala yang ada memang disebabkan oleh demam dengue dan bukan kondisi lain.

Apabila gejala yang kita alami sudah dipastikan akibat demam dengue, maka saran pengobatan yang umumnya diberikan oleh dokter adalah:

  1. Banyak beristirahat.
  2. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi (terutama untuk mengganti cairan tubuh yang terbuang akibat gejala demam tinggi dan muntah-muntah).
  3. Mengonsumsi parasetamol dan acetaminophen untuk meredakan demam dan nyeri.
  4. Berhenti menjalani aktivitas untuk sementara waktu sampai tubuh benar-benar pulih.

Sebagai bagian dari saran pengobatan demam dengue, umumnya dokter akan melarang kita mengonsumsi ibuprofen, aspirin, atau naproxen sodium untuk meredakan gejala demam dan nyeri. Karena ketiga obat ini bisa memicu terjadinya pendarahan internal apabila dikonsumsi oleh penderita demam dengue.

Jika saran pengobatan di atas dijalani secara benar, maka biasanya gejala demam dengue akan mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu 3-5 hari, kemudian sembuh total dalam waktu kurang dari dua minggu.

Sebagian besar orang akan merasakan lelah ketika baru saja pulih dari demam dengue, namun hal ini wajar dan sifatnya hanya sementara. Bahkan ada beberapa orang yang butuh waktu sampai satu setengah bulan sampai kondisinya benar-benar fit.

Penting untuk selalu memonitor perkembangan gejala demam dengue ketika kondisi ini dalam masa pengobatan. Anda disarankan untuk menemui dokter kembali apabila gejala tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu 3-5 hari. Bahkan Anda diharuskan segera ke rumah sakit apabila demam dengue mengarah kepada gejala demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome setelah suhu tubuh turun (fase kritis).

Loading...