Fibromyalgia: Simptom, Diagnosa, danPencegahan

Diposting pada

Fibromyalgia adalah kelainan yang sering ditemui, dicirikan oleh adanya nyeri muskuloskeletal yang menyebar dengan penyebaran yang simetris, kekakuan, mudah lelah, parestesi, dan gangguan tidur. Istilah fibromialgia barumuncul belum terlalu lama, meskipun gejalanya telah banyak dibahas dalam literatur kedokteran sejak awal tahun 1900-an.

Diagnosa Penyakit

Diagnosis fibromialgia dilakukan dengan mengacu padakriteria ACR 1990, yaitu sebagai berikut.

  1. Riwayat nyeri yang menyebar

Definisi: Nyeri dianggap menyebar jika ada di seluruh lokasi berikut-nyeri di sisi kiri tubuh, nyeri di sisi kanan tubuh, nyeri di atas pinggang, dan nyeri di bawah

pinggang. Selain itu, nyeri rangka aksial (nyeri servikal, dada depan, spina thorakalis, atau punggung bawah) harus ada. Menurut definisi ini, nyeri bahu dan bokong dianggap sebagai nyeri untuk setiap sisi yang terkena. Nyeri punggung bawah dianggap sebagai nyeri segmen bawah.

  1. Nyeri di 11 dari 18 tender points pada palpasi dengan jari

Definisi: Pada palpasi dengan jari, nyeri harus terdapat pada minimal 11 dari 18 situs tender points di bawah ini :

  1. Oksiput – bilateral, di insersi otot suboksipitalhingg
  2. Servikal bawah – bilateral, di aspek anterior spasium intertransversum di C5 a C7
  3. Trapezius – bilateral, di titik tengah batas atas
  4. Supraspinatus – bilateral, di origo, di atas spina scapula dekat batas medial
  5. Iga kedua – bilateral, di junctio kostokondral kedua, lateral dari persambungan permukaan atas
  6. Epikondilus lateral – bilateral, 2 cm distal dari epikondilus
  7. Gluteal – bilateral, di kuadran atas luar dari bokong di lipatan anterior otot
  8. Trochanter mayor – bilateral, posterior dari prominensia trochanter
  9. Lutut – bilateral, pada bantalan lemak medial, proksimal dari garis sendi
  10. Palpasi dengan jari dilakukan dengan gaya + 4 kg. Untuk menyebut sebuah tender point positif, subjek harus mengatakan bahwa palpasi terasa nyeri.

 

Diagnosis fibromyalgia dapat ditegakkan apabila pasien memenuhi kedua kriteria ACR 1990, yaitu riwayat nyeri muskuloskeletal yang menyebar minimal 3 bulan dan nyeri yang signifikan pada minimal 11 dari 18 tender points (Gambar1) jika dilakukan palpasi dengan jari.1,2,7 Kriteria ACR sangat bermanfaat dalam menegakkan diagnosis, meskipun beberapa pasien memiliki jumlah tender sites yang lebih sedikit dan nyeri regional yang lebih, sehingga didiagnosis fibromyalgia. Pemeriksaan neurologis muskuloskeletal dan laboratorium

  Patologi Penyakit

Meskipun penyebab pasti fibromialgia masih menjadi misteri, secara umum para ahli sepakat mengenai adanya mekanisme pengolahan input yang tidak normal, khususnya input nyeri (nosiseptif), pada sistem saraf pusat. Pada studi dolorimetri dan pemberian stimuli seperti panas, dingin dan elektrik, ditemukan ambang rangsang yang rendah pada pasien fibromialgia. Pasien fibromialgia mempersepsikan stimuli non-nosiseptif sebagai stimuli nosiseptif serta kurang mampu mentoleransi nyeri yang seharusnya dapat ditoleransi oleh orang normal. Beberapa kelainan fisiologik dan biokimia telah ditemukan pada susunan saraf pusat pasien fibromyalgia sehingga fibromialgia tidak lagi dapat disebut sebagai keluhan subjektif. Kelainan tersebut adalah kadar serotonin yang rendah, disfungsi poros hipotalamus hipofisis, kadar hormon pertumbuhan yang rendah, kadar substansi P yang meningkat dan faktor pertumbuhan saraf yang meningkat.

Simptom dan Gejala Penyakit

Gejala yang biasa ditemukan pada pasien fibromyalgia antara lain nyeri muskuloskeletal yang menyebar, kekakuan, dan kelelahan. Gejala lain juga dapat muncul, di antaranya parestesi, gangguan tidur, titik nyeri, dan lain-lain. Pada fibromialgia, nyeri bersifat menyebar dan di-rasakan selama minimal 3 bulan, di atas dan bawah pinggang pada kedua sisi tubuh, bersamaan dengan nyeri aksial. Nyeri punggung bawah (berasal dari bawah pinggang) dapat menyebar hingga ke bokong dan tungkai. Nyeri lain dapat meliputi nyeri leher, bahu atas-belakang, dan nyeri sendi. Nyeri tersebut timbul setelah olahraga ringan, dan dirasakan seperti nyeri terbakar yang persisten dan mengganggu, atau nyeri tumpul yang konstan.

Pengobatan  :

  1. First Line Terapi

Rasionalisasi penggunaan antidepresan didasarkan pada beberapa bukti bahwa antidepresan dapat menghambat ambilan kembali (reuptake) serotonin dan norepinefrin di celah sinaps sehingga dapat memperkuat jalur inhibisi nyeri desenden dan mengurangi persepsi nyeri. Antidepresan efektif mengatasi gangguan depresi dan cemas yang sering menyertai FM. Beberapa antidepresan memiliki efek antagonis NMDA dan aktivitas penyekatan kanal ion yang dapat meningkatkan efek antinosiseptifnya.

Obat antidepresan yang disarankan antara lain:

  1. Golongan trisiklik, misalnya amitriptilin dan nortriptilin.

Dosis rendah memiliki efek sedang, seperti perbaikan kualitas tidur dan gejala    nyeri, tetatpi kurang bermamfaat untuk fatigue dan tender point.

  1. Selective serotonin reuptake inhibitor(SSRI) misalnya fluoksetin dan sitalopram.
  2. Selective serotonin and narepinephrin reuptake inhibitor (SSRNI)

Antikonvulsan yang sering digunakan dalam pengobatan FM adalah pregabalin dan gabapentin  keduanya merupakan ligan alfa2-delta (yang memilik aktivitas analgesic,ansiolitik,dan antikonvulsan.

Pasien juga sering menggunakan obat OAINS mekipun tidaka ada bukti penelituan yang me unjukkan efektivitas OAINS tunggal dalam pengobatan FM. .

  1. Alternative Terapi

  Untuk mengurangi nyeri, dapat dilakukan aplikasi panas dan dingin ke otot secara bergantian masing-masing 15-20 menit diselingi waktu untuk kembali ke suhu normal. Pemijatanmdan peregangan juga dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri. Terapi lain dapat membantu dengan derajat yang berbeda-beda, misalnya injeksi, modifikasi perilaku, hipnoterapi, kompresi iskemik, olahraga dan pengaturan stress namun, yang tidak boleh dilupakan ialah perbaikan postur dan mekanika tubuh.Pelatihan biofeedback yang intens (misalnya dua kali sehari untuk seminggu) seringkali penting untuk nyeri otot yang kronik dan menyebar. Teknik tersebut terutama berguna untuk otot-otot postural yang biasanya berfungsi tanpa disadari. Elektroda permukaan ditempelkan ke atas otot untuk mendeteksi aktivitasnya. Pelatihan biofeedback dilakukan untuk menolong pasien mengembalikan otot ke keadaan istirahat normal setelah kontraksi. Teknik lain untuk mengurangi nyeri ialah spray and stretch. Vapocoolant spray disemprotkan dengan pola menyapu searah serat otot untuk melemaskan otot, sambil dilakukan peregangan otot secara pasif oleh pasien atau klinisi.

Loading...