Filariasis : Simptom, Diagnosa dan Penyebab

Diposting pada

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit raenular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Cacing tersebut hidup di saluran dan kelenjar getah bening dengan manifestasi klinik akut berupa deraam berulang, peradangan saluran dan saluran  kelenjar getah bening.

Diagnosa Penyakit

Diagnosis pasti ditegakkan dengan ditemukannyarnikrofilariadalam darahtepi, kiluria, eksudat, varises limfe, dan cairan limfe dan cairan hidrokel, atau ditemukannya cacing dewasa pada biopsi kelenjer limfe atau pada penyinaran didapatkan cacing yang sedang mengadakan kalsifikasi. Sebagai diagnosis pembantu, pemeriksaan darah menunjukkan adanya eosinofili antara 5 – 15%. Selain itu juga melalui tes intradermal dan tes fiksasi komplemen dapat membantu menegakkan diagnosis.

Kaki Gajah

Patologi Penyakit

 Perkembangan klinis filariasis dipengaruhi oleh faktor kerentanan individu terhadap parasit, seringnya mendapat gigitan nyamuk, banyaknya larva infektif yang masuk ke dalam tubuh adanya infeksi sekunder oleh bakteri atau jamur. Secaraurnum perkembangan klinis filariasis dapat dibagi menjadi fase dini dan fase lanjut. Pada fase dini timbul gejala klinis akut karena infeksi cacing dewasa bersama-sama dengan infeksi oleh bakteri dan jamur. Pada fase lanjut terjadi kerusakan saluran dan kerusakan kelenjer, kerusakan katup saluran

limfe, termasuk kerusakan saluran limfe kecil yang terdapat dikulit. Pada dasarnya perkembanganklinis filariasis tersebut disebabkan karena cacing dilaria dewasa yang tinggal dalam saluran limfe bukan penyumbatan (obstruksi), sehingga terjadi gangguanfungsi sistem limfatik

  1. Penimbunancairanlimfe.
  2. Terganggunya pengangkutan bakteri dari kulit atau jaringan melalui saluran limfe ke kelenjer limfe.
  3. Kelenjer limfe tidak dapat menyerang bakteri yang masuk dalamkulit.
  4. Infeksi bakteri benilang akan menyebabkan serangan akutbemlang (recurrentacuteattack).
  5. Kerusakan sistem limfatik, termasuk kerusakan saluran limfe kecil yang ada di kulit,menyebabkan menurunnya kemampuan untuk mengalirkan cairan limfe dari kulit danj aringan ke kelenjer limfe sehingga dapat terjadi limfedema.
  6. Pada penderita limfedema, serangan akut berulang oleh bakteri atau jamur akan menyebabkan penebalan dan pengerasan kulit hiperpigmentasi, hiperkeratosis dan peningkatan pembentukkan jaringan ika (fibrose tissue formation) sehingga terjadi penigkatanstadium limfedema, dimana pembengkakan yang semula terjadi hilang timbul akan menjadi pembengkakan menetap.

 Gejala Penyakit

 Gejala klinis sangat bervariasi, mulai dari yang asimtomatis sampai yang berat. Hal ini tergantung pada daerah geografi, spesies parasit, respons imun penderita dan intensitas infeksi. Gejala biasanya tampak setelah 3 bulan infeksi, tapiumumnya masa tunasnya antara 8-12 bulan. Pada fase akut terjadi gejala radang saluran getah bening, sedang pada fase kronis terjadi obstruksi. Fase akutditandai dengan demam atau serangkaian serangan demam selama beberapa minggu. Demam biasanya tidak terlalu tinggi meskipunkadang – kadang tinggi sampai 40,6°C, disertai menggigil dan berkeringat, nyeri kepala, mual,muntah,dan nyeri otot. Jika yang terkena saluran getah bening abdominal yang terkena terjadi gejala”acuteabdomen”.

Pengobatan

Obat utama yang digunakan adalah dietilkarbamazin sitrat (DEC). DEC bersifat membunuh mikrofilaria dan juga cacing dewasa pada pengobatan jangka panjang. Hingga saat ini, DEC merupakan satu-satunya obat yang efektif, aman, dan relatif murah. Untuk filariasis bancrofti, dosis yang dianjurkan adalah 6 mg/kg berat badan per hari selam 12 hari. Sedangkan untuk filarial brugia, dosis yang dianjurkan adalah 5 mg/kgberat badan per hari selam 10 hari. Efek samping dari DEC ini adalah demam, mengigil, artralgia, sakit kepala, mual, hingga muntah. Pada pengobatan filariasis brugia, efek samping yang ditimbulkan lebih berat. Sehingga untuk pengobatannya dianjurkan dalam dosis rendah, tetapi waktu pengobatan dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Obat lain yang juga dipakai adalah ivermektin. Ivermektin adalah antibiotic semisintetik dari golongan makrolid yang mempunyai aktivitas luas terhadap nematode dan ektoparasit. Obat inihanyamembunuhmikrofilaria. Efek samping yang ditimbulkan lebih ringan dibanding DEC(Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2012-Maret 2013, Vol. 7, No. 1 Penyakit Filariasis Masrizal)

Loading...