Frozen Shoulder (Bahu Beku) – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Diposting pada

Frozen shoulder atau bahu beku adalah penyakit yang umum terjadi, yang biasa dikenal sebagai capsulitis adhesive yaitu kondisi yang ditandai oleh kekakuan dan nyeri pada sendi bahu. Kelainan yang terjadi pada sendi glenohumeral, kemungkinan merupakan suatu reaksi inflamasi kronis nonspesifik, terutama pada jaringan sinovial, dan mengakibatkan penebalan kapsuler dari synovial yang berlangsung dalam jangka yang panjang.
frozen shoulder dan bahu beku

 

Frozen shoulder terjadi pada sekitar 2% dari populasi umum dari jumlah 20-30% mengembangkan kondisi bilateral yang ditandai dengan nyeri dan terbatasnya gerakan aktif maupun pasif. Rasa nyeri dapat dirasakan hebat dan mengganggu tidur. Terbatasnya gerakan biasanya terlihat pada rotasi eksternal dan kurang terlihat pada gerakan abduksi dan rotasi internal dan termasuk 5 penyebab tersering keluhan nyeri pada bahu, paling sering mempengaruhi orang berusia antara 40-60 tahun dan wanita lebih rentan mengalaminya dibanding pria.

SIMPTOM DAN GEJALA FROZEN SHOULDER

Keluhan dan gejala frozen shoulder biasanya secara bertahap, memburuk dari waktu ke waktu sejalan perubahan yang terjadi pada kapsul sendi bahu.

Pola nyeri dan keterbatasan gerak akibat pembentukan jaringan parut pada frozen shoulder

bahu beku

 

Adapun fase dari Frozen shoulder adalah jangka yang panjang dan terdiri atas 3 fase, masing-masing fase dapat berlangsung berbulan-bulan.

  1. Fase I,the freezing (painful phase); gejala awal biasanya nyeri, kekakuan dan keterbatasan gerak. Dimana pada fase ini akan terjadi pada malam hari dan saat tidur dipengaruhi oleh posisi miring ke sisi sakit. Fasi I akan berlangsung 2-9 bulan.
  2. Fasek II, the frozen (stiff phase); pada fase ini derajat nyeri berkurang tetapi kekakuan dan keterbatasan gerak masih tersisa dan dapat memburuk. Semua gerakan bahu dipengaruhi oleh timbulnya nyeri, tapi gerakan yang paling berat adalah gerak eksorotasi. Otot sekitar bahu akan menurun kekuatan karena tidak digunakan. Fase II berlangsung 2-12 bulan.
  3. Fase III, the thawing (recovery phase); pada fase ini derajat kekakuaan berkurang dan kemampuan gerak kembali normal atau mendekati normal. Fase III berlangsung dalam 4-12 bulan.

 

DIAGNOSA PENYAKIT FROZEN SHOULDER

Diagnosis berdasarkan gejala nyeri yang ada dan riwayat penyakit atau aktivitas sebelumnya. Gejala yang timbul akibat frozen shoulder umumnya berjalan secara lambat dan bersifat kronis. Beberapa keadaan lain seperti peradangan sendi atau otot bahu, artritis degeneratif sendi bahu, juga dapat memberikan keluhan dan gejala yang hampir sama, yaitu pembengkakan, nyeri dan kekakuan, namun gejala umumnya timbul lebih cepat.

Pada pemeriksaan fisik akan didapatkan rentang gerak sendi bahu yang secara signifikan terbatas, baik ketika bahu digerakkan sendiri oleh penderita (pemeriksaan jangkauan gerak aktif) atau saat bahu digerakkan oleh pemeriksa (pemeriksaan jangkauan gerak pasif). Keterbatasan gerak bahu hampir ke segala arah baik pada pemeriksaan jangkauan aktif maupun pasif, dan hal ini yang membedakan dengan kelainan tendinitis pada Rotator Cuff (peradangan pada tendon otot-otot bahu), dimana nyeri dan keterbatasan arah pergerakan sendi lebih sesuai dengan lokasi tendon yang mengalami peradangan (tidak ke segala arah).

Pemeriksaan penunjang seperti rontgen, MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau ultrasonografi kadang diperlukan untuk memastikan diagnosis ataupun untuk menyingkirkan penyebab lain dari keluhan yang timbul, seperti kemungkinan adanya artritis, atau sobekan pada tendon di Rotator Cuff.

.PATOLOGI FROZEN SHOULDER

Frozen shoulder melibatkan peradangan synovial dan vibrosis dari bahu kapsul sendi, dengan menggunakan mikroskopik dari satu jaringan akan menemukan sebagian besar sel menjadi fibrola. Penyakit ini dapat berawal dari tendinitis supraspinatus/bicipitalis atau bursitis subacromialis. Dan apabila gangguan tidak segera diobati dan gerakan sendi bahu yang menimbulkan nyeri tidak pernah dilatih, maka lama-kelamaan akan terjadi perlekatan.

PENGOBATAN FROZEN SHOULDER

Pengobatan frozen shoulder melibatkan pemberian obat-obatan, latihan fisik untuk melatih jangkauan gerakan, hingga prosedur pembedahan. Obat-obatan ini bertujuan untuk mengendalikan rasa nyeri sehingga tangan masih dapat digunakan walaupun pergerakannya terbatas. Latihan atau terapi fisik dilakukan agar pasien dapat mempelajari gerakan-gerakan tertentu yang dapat membantu proses pemulihan bahu serta menambah jangkauan gerakan.

Obat-obatan seperti aspirin dan golongan obat-obatan ibuprofen bisa diperoleh secara bebas di apotek dan dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan yang dialami akibat kondisi ini. . Bila obat-obatan bebas tidak efektif dalam meredakan rasa nyeri, dokter dapat merekomendasikan obat pereda nyeri dan antiradang dosis tinggi untuk pasien.

Pengobatan mandiri ketika di rumah juga dapat dilakukan oleh penderita frozen shoulder untuk membantu meredakan rasa nyeri. Anda dapat menggunakan kain hangat atau dingin ke area bahu.

Incoming search terms:

  • penyakit frozen shoulder
  • bahu beku
  • pengobatan bahu beku
  • otot bahu beku
  • obat untuk otot beku
  • obat penyakit frozen shoulder
  • obat frozen shouder
  • obat buat otot beku
  • obat apotik frozen shoulder
  • Gejala frozen
  • cara mengobati bahu beku
  • shoulder bahu