gondongan

Gondongan : Gejala, Diagnosa, Pengobatan

Diposting pada

Gondongan adalah penyakit yang menyebabkan kelenjar parotid (kelenjar yang memproduksi air liur) mengalami pembengkakan oleh karena infeksi virus. Kelenjar ini terletak tepat dibawah telinga disamping wajah. Karena itu orang yang mengalami gondongan, bagian sisih wajahnya akan terlihat membesar.

Penyakit gondongan merupakan penyakit menular dan umumnya diderita oleh anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu virus dari keluarga paramyxovirus yang penyebarannya mirip dengan virus flu, misalnya apabila kita turut menghirup udara yang terkontaminasi virus gondongan saat berada di dekat penderita gondongan yang bersin atau batuk (Kamus penyakit 2015).

Penyakit gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana seseorang terinfeksi oleh virus (paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah  (kelenjar parotis) diantara telingan dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah. Penyakit gondongan tersebar diseluruh dunia dan dapat timbul secara indemic atau epidemic, ganguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem, saraf pusat, pancreas, frostat, payudara dan organ lainnya (Winepyon 2009).

gondongan

Gejala Gondongan

– Gejala umum gondong adalah demam, hilang nafsu makan, lelah dan sakit kepala diikuti

dengan pembengkakan dan rasa sakit pada kelenjar liur, satu atau  lebih banyak kelenjar liur

parotid (yang terletak dalam pipi, dekat garis rahang, dibawah telinga) paling sering terlibat.

– Hampir sepertiga orang dari orang yang terinfeksi tidak memperlihatkan gejala apapun

– gondongan biasanya suatu penyakit yang lebih parah di kalangan penderita yang terinfeksi

setelah akil baliq.

-komplikasi dari gondongan jarang terjadi dan dapat termasuk peradangan otak(ensefalitis),selaput otak dan tulang punggung (meningitis),buah pelir(orkitis),ovari(oforitis), payudara(mastitis), keguguran spontan dan kehilangan pendengaran. Kemandulan pada kaum pria amat jarang (NSW Government healt;2012).

Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Pada tahap awal (1-2 hari ) penderita gondongan mengalami gejala demam (suhu badan 38,5 – 40 derajat celcius),sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian bagian belakang saat mengunyah dan ada kalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
  2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga ( parotis ) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
  3. pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
  4. kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar dibawah rahang (submandibula) dan kelenjar dibawah lidah ( sublingual ). Pada pria akil baliq adanya terjadipembengkakan buah zakar ( testis ) karena penyebaran melalui aliran darah ( Winepyon;2012 ).

Diagnosis Gondongan

Meskipun penyakit gondongan bukan tergolong penyakit serius, dianjurkan untuk menemui dokter jika anda atau anak anda merasakan gejala – gejalanya. Dokter perlu memastikan bahwa anda memang sakit gondongan karena ada beberapa penyakit lain yang lebih serius ( misalnya radang amandel dan demam kelenjar ) yang gejalanya mirip dengan gondongan.

Diagnosis biasanya didapat dokter setelah mengecek suhu tubuh pasien , melihat dan menyentuh pembengkakan pada sisi wajah , dan setelah melakukan pemeriksaan mulut untuk melihat kondisi amandel  ( kamus penyakit 2015) .

Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeriksaan fisik termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondongan  (Mumps atau parotitis ) 2-3 minggu sebelumya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing ( urin ) dan darah ( Winepyon;2012).

Patofisiologi Gondongan

Virus masuk kedalam tubuh melalui via hidung maupun mulut. Poliferasi terjadi di parotis atau epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia ( menyebar melalui darah ) dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar atau saraf dan yang paling sering terkena adalah kelenjar parotis. Pada manusia selama fase akut virus mumps dapat disoler dari saliva , darah, air seni, dan liquor. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Pada pancreas kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan ( Ngastiyah ; 2005) .

Pengobatan Gondongan

  1. Istirahatkan penderita selama masih demam dan pembengkakan masih ada karena terdapat gangguan menelan atau mengunyah. Sebaiknya diberikan makanan lunak dan hindari makanan dan minuman yang asam karena dapat menimbulkan nyeri.
  2. Daerah piupi atau leher biasa juga dikompressecara bergantian panas dan dingin.
  3. Obat pereda nyeri ( asetaminofen dan ibupropen ) bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala dan tidak enak badan. Aspirin tidak boleh diberikan pada anak – anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma reye. Kortokostiroid diberikan selama 2 – 4 hari dan globulin gama diperkirakan apabila terdapat arkitis.
  4. Jika terdapat pembengkakan testis sebaiknya penderita menjalani tirah baring. Untuk mengurangi nyeri bisa dikompres es batu. Jika terjadi mual dan muntah akibat pancreatitis bisa diberikan cairan melalui infuse. ( Ngastiyah ; 2005 )

 

Pengobatan dengan anti virus sampai sekarang in masih belum terbukti dapat bermanfaat. Begitu pula dengan obat imunomodulator yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pemberian nutrisi dan cairan yang adekuat dapat membantu mempercepat penyembuhan . (Melisa angraeni ; 2012 )