Hiponatremia – Pahami Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Diposting pada

Hiponatremia merupakan suatu kondisi, dimana tubuh mengalami kekurangan natrium atau kadar natrium dalam darah sangat sedikit.

Simptom dan Gejala Penyakit

  • letargi(keadaan kesadaran yang menurun    seperti tidur lelap, dapat dibangunkan sebentar, tetapi segera tertidur kembali)
  • Sejalan dengan makin memburuknya hiponatremia, otot-otot menjadi kaku dan bisa terjadi kejang.
  • Pada kasus yang sangat berat, akan diikuti dengan stupor (penurunan Kesdaran sebagian) dan koma.
  • Penderita akan mengalami sakit kepala
  • Dan biasanya akan mengalami mual hingga muntah

Hiponatremia gejala

Diagnosa Penyakit

Diagnosa penyakit hiponatremia harus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kadar natrium dalam darah, berdasarkan hal tersebut sehingga bisa ditarik kesimpulan yakni  :

  • Hiponatremia “Ringan “ Jika kadar natrium plasma darah antara 130 – 135 mmol/L
  • Hipotermia “Sedang” Jika kadar natrium plasma darah antara 120 – 129 mmol/L
  • Hipotermia “Berat” Jika kadar natrium plasma darah < 120 mmol/L

Patologi Penyakit

Penyebab hiponatremia yang disebabkan retensi air biasanya dihasilkan dari terganggunya ekskresi air karena kerusakan ginjal. Kebanyakan pasien

yang hiponatremia karena retensi air disebut sindrom antidiuresis yang tidak wajar (SIAD). SIAD terjadi dalam beberapa kondisi, misalnya infeksi, malignan,penyakit dada dan trauma

Penyebab hiponatremia karena Berkurangnya natrium sangat jarang dan terjadi ketika kehilangan natrium secara patologik, bisa dari pencernaan atau urin. Kehilngan Na dari penceranaan meliputi diare dan muntah, pada pasien dengan penyakit usus besar, kehilangan Na mungkin dapat sangat parah. Kehilangan dari urin miungkin dihasilkan oleh defisiensi mineralokrtikoid (terutama aldosteron) atau dari obat antagonis aldosteron.

Cara Mengobati Hiponatremia

  • untuk pengobatan pada hiponatremia ringan maupun sedang dapt diberikan obat – obat golongan diuretik .
  • untk Hiponatremia berat diberikan larutan hipertonik, dianjurkan menerima 1,5 mL/kg larutan saline hipertonik 3% dalam jangka waktu kurang dari satu jam dan juga ditambahkan furosemide dosis kecil (20 mg) secara intravena untuk menjamin diuresis air dan menghambat sekresi ADH akibat rangsangan cairan hipertonik.

 

Loading...