Manfaat Imunisasi pada Anak

Manfaat Imunisasi pada Anak

Sejak merebak khabar tidak sedap imunisasi palsu maka masyarakat kembali disadarkan pada manfaat imunisasi pada kelangsungan hidup anak di masa depan. Di Indonesia, Imunisasi diwajibkan sampai anak berumur 12 tahun untuk melindungi anak di masa depan dari bahaya penyakit-penyakit tertentu.

Berikut beberapa imunisasi dan manfaatnya pada anak-anak kita:

manfaat-imunisasi-pada-anak

Imunisasi Hepatitis B
Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang paling mengerikan dan disebabkan oleh virus. Cara penularannya melalui kelenjar (air liur, air mata, keringat), hubungan seksual, luka (darah), jarum suntik dan hewan penghisap darah. Penyakit ini sangat berbahaya karena belum ditemukan obatnya namun dengan Imunisasi bisa melindungi tubuh dari tertular penyakit ini sampai 96% selama 5 tahun dan harus di booster setelahnya. Imunisasi Hepatitis dilakukan sejak bayi lahir.

Imunisasi BCG
Imunisasi ini akan mencegah terjangkit TBC atau TB. Penyakit Tuberkulosis menyerang paru-paru dan disertai dengan peradangan. Penyakit TBC sangat menular sehingga yang terjangkit harus di karantina. Penularannya melalui udara, karena itu TB sangat mudah menular. BCG diberikan 2x yaitu pada umur 5 tahun dan 10 tahun.

Imunisasi Polio
Penyakit polio atau poliomielitis menyerang syaraf dan otot sehingga menyebabkan kelumpuhan. Jikalau ada yang sembuh, pengidap polio biasanya akan pincang seumur hidup. Pemberian polio bisa dilakuakn dengan tetes pada mulut maupun suntik. Vaksin polio diberikan sejak bayi umur seminggu sampai umur 5 tahun secara berulang. Imunisasi Polio di Indonesia dibagikan secara gratis di puskesmas-puskesman dan berhasil menurunkan jumlah anak yang terkena polio secara signifikan.

Imunisasi DPT
Untuk mencegah 3 penyakit sekaligus yaitu Dipteri, Petusis dan Tetanus. Dua penyakit pertama menular melalui air ludah, batuk, bersin, saputangan, handuk atau alat makanan. Tetanus menular melalui luka.

Difteri adalah penyakit tenggorokan yang bisa menyerang jantung. Seseorang yang terserang difteri bisa meninggal dalam beberapa hari karena tenggorokannya tersumbat.

Petusis mirip TBC namun bukan, kadang disebut batuk 100 hari karena kalau terkena batuk ini sangat lama sembuhnya. Batuk ini bisa menyebabkan kematian karena menimbulkan radang otak dan radang paru-paru.

Tetanus adalah penyakit yang meyebabkan kejang dan mulut terbuka. Sama seperti kedua penyakit diatas, tetanus bisa menyebabkan kematian.

Imunisasi DPT diberikan dengan cara disuntik dan mulai diberikan saat anak berumur 3 bulan. Booster dilakukan setiap 5 tahun.

Imunisasi Campak
Penyakit ini bisa menyebabkan radang otak, diare, radang paru-paru dan kejang akibat panas tinggi. Gejalanya muncul bintik-bintik merah seperti demam berdarah deisertai dengan panas tinggi. Bagi yang sudah terserang campak tidak perlu divaksin lagi karena sudah kebal. Penularannya melalui pernafasan. Vaksin Campak atau MMR (Measles, Mumps, Rubella) dilakukan saat anak berumur 9-14 bulan.

Incoming search terms:

Show Buttons
Hide Buttons
error: Content is protected !!