Pengertian, Diagnosis, dan Gejala Keracunan Makanan pada Seseorang

Diposting pada

Keracunan makanan merupakan hal yang bisa saja terjadi pada siapapun, termasuk Anda. Dan ini bukanlah sebuah kondisi yang dapat Anda pandang sebelah mata saja. Kondisi keracunan makanan muncul karena seseorang konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi organisme menular, contohnya adalah virus, parasit, dan juga bakteri. Tak hanya itu, bisa juga disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh mereka pada makanan. Dan kontaminasi dapat terjadi ketika makanan diproses, dimasak secara tak benar. Mari baca selengkapnya.

keracunan-makanan

Faktor penyebab kontaminasi makanan, sehingga menyebabkan keracunan makanan

  1. Bakteri

Untuk bakteri contohnya adalah salmonella, Campylobacter, E. Coli atau Escherichia Coli, Shigella, dan bakteri Listeria.

  1. Parasit

Untuk parasit contohnya adalah Giardia, Crpytosporidium, dan Entamoeba histolytica

  1. Virus

Untuk virus contohnya adalah Rotavirus dan Norovirus

 

Gejala atau tanda-tanda jika keracunan makanan

Berikut ini merupakan gejala jika seseorang keracunan makanan, dapat dimulai beberapa waktu ketika makan sampai dengan 3 hari sesudah seseorang memakan makanan yang telah terkontaminasi. Untuk gejala umumnya antara lain sakit atau terkadang kram perut, mengalami diare, dan mual serta muntah-muntah. Itu merupakan gejala yang cukup jelas untuk dikenali. Jadi memang tidak akan sulit untuk mengetahui jika seseorang mengalami gejala keracunan makanan.

 

Daftar makanan yang mudah terkontaminasi

(Khususnya jika tak disimpan, ditangani, tak diproses dengan benar)

  • Kerang-kerangan mentah
  • Telur mentah
  • Makanan siap saji, contohnya adalah keju lembek, potongan daging matang, roti isi kemasan
  • Susu
  • Daging mentah

 

Faktor penyebab keracunan makanan

  1. Orang yang sakit, kemudian dengan tangan kotornya menyentuh makanan
  1. Kontaminasi silang, contohnya saat menggunakan pisau pemotong untuk daging mentah, dan digunakan mengiris roti, juga menyimpan daging mentah pada atas makan siap makan, karena itu cairan daging tersebut akan menetes ke makanan yang ada di bawahnya
  1. Konsumsi makanan kadaluarsa
  1. Tak memasak makanan dengan rata, khususnya burger, sosis, dan daging unggas
  1. Meninggalkan makanan matang pada ruangan yang bersuhu hangat untuk jangka waktu yang terlalu lama
  1. Tak menyimpan makanan pada suhu yang benar, contohnya tak disimpan dalam kulkas, khususnya untuk produk daging serta produk olahan susu – Ini sudah cukup sering terjadi pada orang-orang yang keracunan makanan

 

Diagnosis

Berikutnya, bagaimana seorang dokter mendiagnosis jika seseorang itu keracunan makanan? Jawabannya yakni dengan melihat gejala yang dialami oleh pasien, sakitnya sudah berapa lama, dan makanan apa yang dimakan sebelum jatuh sakit. Selain itu tentu saja pemeriksaan pun dilakukan, dengan tujuan mencari tahu mengenai apakah memang selama ini pasien merasakan tanda-tanda dari keracunan makanan yang diikuti kondisi dehidrasi atau tidak. Dokter pun akan mengajukan pertanyaan, contohnya apakah Anda baru melakukan perjalanan, mungkin juga ditanyakan mengenai apakah sebelumnya Anda pernah mengkonsumsi minuman dan makanan yang telah terkontaminasi.

Denyut jantung, suhu tubuh, tekanan darah, serta bagian perut pasien yang sakit pun akan ikut diperiksa oleh dokter. Tak hanya pemeriksaan itu saja, beberapa tes medis, jika diperlukan juga dapat dilakukan. Contoh tes medis yang biasa dilakukan untuk kondisi ini adalah:

  • Tes kondisi tinja
  • Tes darah
  • Pemeriksaan parasit

Sekian informasi tentang pengertian, diagnosis, dan gejala keracunan makanan pada seseorang. Semoga infonya dapat membantu Anda untuk selalu menjaga kesehatan sepanjang waktu.

 

 

 

Incoming search terms:

  • penyakit apa jantung berdebar kencang dan sesak
  • mendiagnosis masalah keracunan pada makanan