Penyakit Anoreksia : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Diposting pada

Penyakit Anoreksia nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya. AN merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT, hingga disfungsi hati akut pada tingkat lanjut. Seseorang yang menderita AN disebut sebagai anoreksik atau (lebih tidak umum) anorektik. Istilah ini sering kali namun tidak benar disingkat menjadi anorexia, yang berarti gejala medis kehilangan nafsu makan. AN bisa menuntun pada pemberhentian kerja organ-organ tubuh dan kematian. Anorektik dapat juga menunjuk ke obat penahan nafsu

Penyimpangan perilaku makan, seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa pada umumnya dialami oleh wanita serta berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan lainnya.Pada penderita anoreksia nervosa keadaan kelaparan yang kronis dapat menyebabkankeabnormalan kelenjar endokrin, kurang optimalnya pertumbuhan selama masa remaja,osteoporosis, anemia, hipotermia, sinus,bradycardia,dan beberapa penyakit lainnya menyebutkan penderita anoreksia umumnya akan mengalami amenorrhoea. Menurut jurnal yang dikeluarkan oleh National Institute of MentalHealth (NIMH) pada tahun 2007 pada penderita anoreksia nervosa memiliki angka kematian sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami kelainan ini. Pada penderita bulimia nervosa, masalah kesehatan yang biasa muncul adalah dehidrasi,karies gigi,renal calculi,metabolism asam, dan perdarahan esophagus (McIntire & Lacy, 2007).Karies gigi terjadi pada penderita bulimia nervosa disebabkan oleh asam lambung yang keluar dari mulut sebagai akibat dari pemuntahan makanan (Deborah, 2001). Penderita bulimia nervosadisebabkan mengalami hipokhloremia dan hipokalsemia.

penyakit anoreksia

Faktor Penyebab Anoreksia

Faktor biologi, sosial dan psikologi terlibat dalam penyebab dari anoreksia nervosaFaktor biologiOpiat endogen mungkin memberikan konstribusi pada penyangkaan dan keadaan lapar pasien anoreksia nervosa. Penelitian sebelumnya menunjukkan peningkatan berat badan yang berarti pada beberapa pasien yang diberi opiat antagonis.Kelaparan menghasilkan beberapa perubahan biokimia, yang sebagian juga ada pada pasien depresi, seperti hiperkortikolemia dan non supresi dari dexamethason. Fungsi tiroid juga tertekan, kelainan ini hanya bisa dikoreksi dengan kaliminasi. Kelaparan juga menyebabkan amenorrhea yang menunjukkan kadar hormon (luitenizinghormon, FSH, gonadotropin, realising hormon). Meskipun begitu, beberapa pasienanoreksia nervosa menderita amenorrhea sebelum kehilangan berat badan yang signifikan. Faktor social Pasien anoreksia nervosa menemukan dukungan atas perilaku mereka dan pandangan masyarakat akan kekurusan tubuh dan olah raga. Tidak ada gambaran keluarga yang spesifik untuk anoreksia nervosa. Walaupun begitu, ditemukan bukti yang menunjukkan pasien-pasien anoreksia nervosa mempunyai masalah hubungannya dengankeluarga dan penyakit mereka. Pasien anoreksia nervosa mempunyai sejarah keluargayang depresi, ketergantungan alkohol, atau gangguan makan. Faktor psikososial dan psikodinamik Anoreksia nervosa adalah sebagai suatu reaksi dari tuntutan remaja untuk kebebasan yang lebih dan peningkatan fungsi sosial dan sexual mereka. Pasien anoreksia nervosa umumnya kurang percaya diri, banyak dari mereka merasa tubuh mereka dibawah kontrol orang tua mereka. Melaporkan diri sendiri mungkinmerupakan usaha untuk mendapat pengakuan sebagai orang yang spesial dan unik.Klinis psikoanalitik yang mengobati pasien anoreksia nervosa umumnyasetuju bahwa pasien-pasien muda tidak dapat berpisah secara psikologi dengan ibumereka. Pasien-pasien anoreksia nervosa merasa keinginan makan adalah suatu kerakusan dan tidak bisa diterima, oleh karena itu, keinginan tersebut harus diabaikan. Orang tua merespon hal ini dengan ketakutan apakah anak mereka akan makan dan pasien mengabaikan ketakutan orang tua mereka.

 

Pencegahan dan Penanggulangan

Sulit untuk mencegah terjadinya anoreksia, sebab mengapa anoreksia terjadi tidak jelas. Tapi mungkin bisa dilakukan beberapa pencegahan atau penanggulangan beberapa faktor resiko, seperti tekanan sosial dan budaya untuk menjadi kurus,kekerasan,rendahnya penghargaan diri dan disfungsi dalam keluarga. Langkah yang paling penting adalah individu harus menyadari bahwa mereka mempunyai masalah. Untuk perawatannya tidak jauh berbeda dengan bulimia. Seseorang harus berkonsultasi dengan psikiater untuk mengatasi masalah kebiasaan makan dan  konseling adakan diskusi keluarga tentang Anoreksia Nervosa sebelum anak-anak menjadi remaja. Mereka yang tahu tentang kondisi ini dan konsekuensinya tentu tidak begitu suka menderita akibat kelainan tersebut. Bila ingin mengurangi berat badan, mulailah program berat badan dengan bentuan seorang ahli gizi, atau dilakukan sendiri sesudah membaca tentang cara yang baik untuk melakukan hal tersebut.

Incoming search terms:

  • penyakit anoreksia
  • apa itu penyakit anoreksi
  • penyakit inoreksia
  • penyakit anorekia
  • penyakir anoreksia
  • pencegahan pentakit anoreksia
  • hubungan penyakit anoreksia dengan obat anoreksigenikum
  • apa yang di maksud dengan penyakit anoreksia nervosa
  • apa penyebab penyakit anoreksia
  • apa itu penyakit anorex
  • apa itu penyakit anoreksia
  • penyebab anoreksia