penyakit gonorea

Penyakit Gonore : Gejala, Penularan dan Cara Mengobati

Diposting pada

Penyakit Gonore atau sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonnorhoeae  (Kumar et al-2013). Organisme ini dalam proses infeksinya memerlukan kontak langsung dengan mukosa dari individu yang terinfeksi, biasanya saat hubungan seksual (Kumar et al– 2013).

Gonore atau kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Nersseria gonorrhoeae atau gonococcus. Pria maupun wanita bias terjangkit penyakit ini. bakteri gonococcus biasanya ditemukan dicairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi. Bakteri penyakit ini bisa menyerang dubur, serviks (Leher rahim) uretra  mata dan tenggorokan. Gonore paling sering menular melalui hubungan seks seperti seksi oral atau anal, mainan seks yang terkontaminasi yang tidak dilapisi kondom yang baru tiap digunakan, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. tapi bayi juga biasa terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit gonore dan umumnya menjangkit mata bayi. bakteri gonore tidak harus bertahan  hidup diluar tubuh manusia untuk waktu yang lama, itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, ciuman dan pelukan (kamus penyakit 2015).

Gonore (Go) didefinisikan sebagai infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhea, suatu diplokokus gram negatif. Infeksi umumnya terjadi pada aktivitas seksual secara genitor-genital, namun dapat juga kontak seksual secara oro-genital dan ano-genital. pada laki-laki umumnya menyebabkan uretritis akut, sementara pada perempuan menyebabkan servisitis yang mungkin saja asimtomatik (Fitri Abdullah Jawas, dep/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin, FK UNAIR/RSU Dr. Soetomo Surabaya).

Uretritis gonore adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh kuman neiserria gonorrhoeae. Penanganannya yang sulit menyebabkan penyakit ini tidak terbatas hanya pada suatu negara,  tetapi sudah menjadi masalah dunia terutama pada negara berkembang atau sedang berkembang seperti asia selatan dan tenggara, sub sahara afrika dan amerika latin. Who memperkirakan bahwa tidak kurang dari 25 juta kasus baru ditemukan setiap tahun. diseluruh dunia. di amerika Serikat diperkirakan dijumpai 600.000 kasus baru setiap tahunnya. (Ernawati faculty of medicine, University of Wijaya Kusuma Surabaya).

Gejala Penyakit Gonorea

Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari. Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih. Infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bias menyebabkan pendarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah , demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual. gejala penyakit yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, diantaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis. oleh karna itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan kencing nanah

Gejala klinis infeksi gonokokus ini terdiri dari a). gejala klinis yang asimptomatik (terjadi infeksi pada uretra, endonserviks, rektum dan faring tanpa komplikasi ; c ) gejala yang simtomatik dengan komplikasi dan d) Disseminated Gonococcal Infection (DGI) untuk gejala klinis yang simtomatik tanpa komplikasi, terutama terjadi pada laki-laki yang paling sering terjadi adalah uretritis akut. Sedangkan pada wanita seringkali gejala tidak tampak. Hal ini disebabkan karna pendeknya uretra wanita dan gonococcus lebih banyak menyerang serviks.

penyakit gonorea

Diagnosa Penyakit Gonorea                                

Diagnosis gonore pada pria bisa dilakukan dengan menguji sampel urine atau dengan metode yang bisa digunakan baik pada pria maupun wanita, yaitu dengan memeriksa sampel cairan yang keluar dari vagina atau penis. Pemeriksaan sampel urine untuk memeriksa gonore pada wanita tidak begitu akurat, itu sebabnya pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan vagina (Kamus penyakit 2015).

Bila fasilitas pengobatan, tenaga medis dan laboratorium tersedia, maka untuk diagnose uretritis tidak cukup hanya dengan pemeriksaan klinis, tetapi harus diikuti pemeriksaan bakteriologis.

Beberapa macam pemeriksaan laboratorium untuk deteksi Neissseria gonorrheae; Pemeriksaan langsung dengan pewarnaan gram, Pembiakan dengan pembenihan Thayer Martin, Enzyme immunoassay, Polimerase Chain reaction (PCR).

Patofisiologi Gonorea

Infeksi gonorea dapat terjadi dari setia kontak seksual , pharyngeal dan anal gonorrheae tidak bisa. Gejala pharyngeal gonorrheae biasanya berupa nyeri tenggorokan, anal gonorrheae dapat dirasakan lebih nyeri disertai secret yang bernanah. Hal ini disebabkan banyal faktor penunjang yang dapat mempermudah dalam hal penyebaran menyangkut  ; kemajuan sarana transportasi, pengaruh geografi, pengaruh lingkungan, kurangnya fasilitas pengobatan, kesalahan diagnosis, perubahan pola hidup, dan tak kalah penting ialah penyalahgunaan obat. Kesemuanya ini dapat terjadi terutama karena latar belakang kurangnya pengetahuan mengenai seluk beluk dari infeksi menular seksual (Ernawati faculty of medicine, University of Wijaya Kusuma Surabaya).

Pengobatan Gonorea

Pengobatan yang benar meliputi : pemilihan obat yang tepat serta dosis yang adekuat untuk menghindari resistensi kuman. Melakukan tindak lanjut secara teratur sampai penyakitnya akan sembuh. Sebelum penyakitnya benar-benar sembuh dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual.

Terapi gonore tanpa komplikasi yaitu golongan cephalosporin (cefixime 400 mg per oral) diberikan dalam dosis tunggal.

Terapi gonore dengan komplikasi yaitu golongan Quinolone (ciprofloxacin 500 mg per oral perhari selama lima hari) (Ernawati faculty of medicine, University of Wijaya Kusuma Surabaya).

Ceptriaxone yang merupakan golongan sefalosporin generasi ketiga menjadi pilihan terapi GO tanpa komplikasi. Diberikan secara intramuscular dengan dosis 125 mg. penggunaan siprofloksacin 500 mg atau ofloksasin  500 mg single dose, namun tidak direkomendasikan untuk wanita hamil (Fitri Abdullah Jawas, dep/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin, FK UNAIR/RSU Dr. Soetomo Surabaya).

Incoming search terms:

  • gejala penyakit gonore
  • kuman atau bakteri yang menjangkit pada gonore