Perikorontis

Perikorontis (Gigi Bungsu) : Apa Penyebab dan Penangganan nya

Diposting pada

Perikorontis (Gigi Bungsu) adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh miring pada bagian belakang rahang atas dan bawah. Gigi bungsu juga merupakan gigi terakhir yang tumbuh, biasanya mulai muncul saat seseorang berada di penghujung masa remaja atau awal usia 20 tahun.
Gigi bungsu yang miring memiliki posisi yang berbeda-beda, dari horizontal, mengarah atau menjauh dari gigi geraham kedua, atau tumbuh ke dalam atau keluar. Miringnya gigi berkontribusi pada masalah gigi yang serius, seperti kesesakan, kerusakan gigi sekitar, saraf, atau seluruh tulang rahang.

Perikorontis

Epidemiologi
Perikoronitis dapat terjadi pada usia berpapun, tetapi paling terjadi pada anak – anak dan dewasa muda yang gigi – giginya sedang bererupsi. Umumnya hal ini berkaitan dengan molar ketiga bawah yang sedang bererupsi dalam alignemen yang baik, tetapi dibatasi erupsinya oleh ruang yang tidak cukup. Radiograf dari daerah tersebut menggambarkan radiolusensi menghilang atau sangat menebal karena deposisi dari tulang yang reaktif.

Sintom dan Gejala Penyakit
Tanda-tanda dan gejala dari gigi bungsu adalah:
• Nyeri atau tegang pada rahang akibat impaksi gigi.
• Nyeri atau iritasi akibat menyentuh atau menyikat gigi.
• Nyeri akibat infeksi gusi di atas gigi yang terkena dampak.
• Kesesakan gigi.
• Pembusukan gigi atau penyakit gusi akibat kurangnya kebersihan mulut, disebabkan kurangnya area untuk membersihkan gigi.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Apabila posisi tepat, gigi bungsu tidak akan menyebabkan masalah. Namun, Anda dapat mengalami masalah jika hal-hal berikut terjadi:
• Lapisan gusi bertumbuh di atas gigi bungsu, menjebak makanan dan menyebabkan infeksi.
• Gigi bungsu tumbuh bengkok dan miring.
• Gigi bungsu tidak dapat menembus gusi akibat rahang yang kecil.
• Kesulitan membersihkan bagian belakang mulut.Kista terbentuk pada gigi, merusak tulang dan akar gigi.

Diangnosa Penyakit :
Dokter gigi akan memeriksa gusi Anda untuk melihat adanya masalah pada gigi bungsu, atau penumpukkan pada gigi sekitar. X-ray dapat menunjukkan dokter gigi Anda gigi mana yang sedang dan akan menyebabkan masalah

Patologi
Perikoronitis terjadi dari kontaminasi bakteri di bawah operculum, mengakibatkan pembengkakan gusi, kemerahan dan halitosis. Timbulnya sakit merupakan salah satu variabel dan mungkin parah sekali, tetapi ketidaknyamanan yang dirasa biasanya mirip dengan gingivitis , abses periodontal dan tonsillitis. Limphadenopati regional, malaise, dan sedikit demam adalah hal biasa, jika edema atau selulitis meluas mengenai otot masseter maka, seringkali trismus menyertai keadaan ini. Perikoronitis sering kali diperparah oleh sakit yang ditimbulkn oleh trauma dari gigi lawannya selama penutupan mulut.

Penatalaksanaan/ Pengobatan Gigi Bungsu
• Perlindungan antibiotic dianjurkan jika ada gejala – gejala konstitusional dan kemungkinan adanya penyebaran infeksi.
• Perikoronitis paling baik dirawat dengan membuka ruang folikuler, membilas bahan purulen dari sulkus gusi dengan larutan saline dan menghilangkan trauma oklusi apapun.
• Perawatan yang pasti biasanya adalah pencabutan gigi yang bersangkutan.
• Tetapi Bila ruangan cukup untuk erupsi gigi dilakukan operkuloktomi yaitu pengambilan jaringan lunak disekitar gigi yang mengalami impaksi.untuk memberi kesempatan gigi molar 3.
• Bila ruangan tidak cukup untuk erupsi gigi dilakukan ekstraksi gigi penyebab.
• Gigi molar 3 rawan menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut misalnya perikoronitis yang menimbulkan nyeri yang terasa amat mengganggu dikarenakan banyak hal, sehingga banyak dari para ahli menyarankan untuk melakukan ekstraksi molar 3 walaupun pertumbuhannya normal dan tidak mengganggu fungsi gigi – gigi yang lain.
• Sebenarnya rasa sakit bisa dengan mudah dihilangkan dengan pemberian antibiotic, tetapi yang jadi masalah adalah apabila ada sisa makanan yang menempel pada daerah – daerah molar 3 akan sangat sulit untuk dibersihkan karena posisinya yang terletak di paling belakang sehingga rasa nyeri akan terus kambuh dan sakit lagi.
• Untuk menghindari kemungkinan muncul komplikasi lebih lanjut, pencabutan sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Sebelum menimbulkan kerusakan pada gigi yang lain. Selain itu bila pencabutan dilakukan pada umur yang lebih muda, penyembuhan pasca pencabutan bisa lebih cepat.
• Tetapi bagaimana bila timbulnya perandangan (perikoronitis) sedangkan gigi molar 3 masih berada di bawah gusi dan tidak dapat di cabut?

Solusinya adalah harus mengoperasi gigi molar 3 itu terlebih dahulu. Bukan mencabut gigi molar depannya ( molar 2 )

Incoming search terms:

  • penyakit yang disebabkan gigi bungsu horizontal