Terapi Bagi Orang Yang Sedang Mengalami Keadaan Vegetatif (Koma)

Diposting pada

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami keadaan vegetatif atau koma masih dapat merasakan dan menyadari keadaan lingkungan sekitarnya walaupun tidak bisa berkominikasi ataupun menggerakkan anggota tubuhnya.

Ada sebuah kasus dimana dokter sedang menangani pasien vegetatif yang terluka karena sebuah kecelakaan mobil dengan menjalankan terapi eksperimental yang melibatkan penanaman stimulator saraf ke dadanya. Ajaibnya, dalam waktu satu bulan pasien tersebut mampu menanggapi instruksi sederhana yang di berikan oleh sang dokter dengan memutar kepalanya dan mengikuti sebuah benda dengan gerakan matanya. Para ahli menyebutkan hasil tersebut berpotensi baik bagi kesembuhan sang pasien, tetapi terapi itu masih perlu diulang.

Orang Keadaan Vegetatif (Koma)

Terapi Stimulasi Saraf Vagal Berpotensi Meningkatkan Kesembuhan Pasien Koma

Stimulasi saraf vagal (VNS) mungkin saja tidak bekerja secara efektif pada pasien dengan berbagai pola kerusakan otak. Tapi Angelina Sirigu dari Institute des Sciences Cognitives Marc Jeannerod di Lyon mengatakan telah memilih pasien yang benar-benar menantang untuk menguji perawatan tersebut.

Saraf Vagus menghubungkan otak ke banyak bagian tubuh dan membantu mengendalikan fungsi otomatis atau bawah sadar, termasuk juga kewaspadaan dan saat terjaga. Setelah satu bulan melakukan stimulasi saraf vagal, ibu sang pasien melaporkan bahwa pasien tersebut memiliki kemampuan yang lebih baik untuk tetap terjaga saat mendengarkan terapisnya membaca buku.

Ini menunjukkan bahwa sinyal pemindai pada otaknya mulai mengalami perbaikan dan sang pasien mulai menanggapi ancaman misalnya ketika kepala dokter tiba-tiba mendekati wajah pasien. Pasien tersebut memperlihatkan reaksi terkejut dengan membuka matanya lebar lebar.

Sirigu mengatakan bahwa plastisitas otak dan perbaikan otak masih mungkin terjadi bahkan ketika harapan tampaknya telah lenyap. Setelah laporan kasus ini, Sirigu juga mewacanakan untuk mempertimbangkan menguji populasi pasien yang lebih besar. Perawatan ini penting bagi pasien yang kurang sadar dengan memberikan mereka lebih banyak kesempatan untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Dr Vladimir Litvak dari The Wellcome Center for Human Neuroumaging di University Collage London’s Institute of Neurology mengatakan bahwa hal Ini mungkin sebuah timbal balik yang menarik, tapi saya menyarankan untuk berhati-hati mengenai hasil ini sampai mereka menerapkan ulang pada lebih banyak pasien. Dia juga menambahkah bahwa sulit untuk mengetahui jika hanya di dasarkan pada satu kasus saja tanpa melakukan penelitian lebih lanjut pada banyak pasien.

Apa Itu Kondisi Vegetatif / Pasien Mengalami Koma?

Untuk lebih dipahami lagi, kondisi vegetatif adalah ketika seseorang terbangun tanpa tanda-tanda kesadaran, mungkin mereka membuka mata mereka, bangun dan tertidur pada interval regular dan memiliki refleksi sadar.  Mereka juga bisa mengatur detak jantung dan pernafasan mereka tanpa bantuan.

Seseorang dalam keadaan vegetatif tidak menunjukkan tanggapan yang berarti, seperti mengikuti benda dengan gerakan matanya atau menaggapi suara. Mereka juga tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami emosi.