Ternyata! Tinggi Kolesterol Baik/HDL Tak Selamanya Baik Bagi Tubuh Bahkan Beresiko Kematian

Diposting pada

Dulu, mungkin kita pernah mendengar dari para dokter bahwa kita tidak perlu khawatir terhadap kandungan kolesterol baik pada tubuh kita, atau yang secara ilmiah juga di kenal sebagai High Density Lipoprotein (HDL). Namun, baru-baru ini para peneliti menemukan fakta yang cukup mengejutkan tentang HDL. Mereka menemukan hubungan antara tingkat kolesterol tinggi dan angka kematian yang berlebihan.

Sebuah studi baru yang di terbitkan oleh The European Heart Journal menemukan bahwa kolesterol baik atau HDL dapat meningkatkan resiko kematian dini. Pada umumnya para pakar medis menyarankan untuk meningkatkan kadar HDL pada tubuh karena sebelumnya mereka meyakini bahwa semakin tinggi nilai HDL seseorang dapat melindungi orang tersebut dari serangan penyakit jantung dan juga stroke. Dan sebaliknya, mereka menyarankan untuk mengurangi kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh nadi/arteri. Hasil penelitian baru-baru ini menentang pendapat para pakar medis tentang manfaat dari HDL, mungkin tidak semua dari kebaikan HDL ditolak oleh hasil penemuan terbaru ini, tapi setidaknya sebagian ilmu yang mempelajari tentang HDL di masa lalu harus segera direvisi. Hasil studi ini merupakan sesuatu yang menarik karena baru pertama kalinya menemukan hubungan antara HDL dan tingkat kematian yang berlebihan pada populasi secara umum. Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Universitas Copenhagen Denmark. Profesor Borge Nordestgaard dari Departemen Pengobatan Klinis di Universitas tersebut adalah sebagai penanggung jawab dari hasil studi ini. Dan penulis pertama makalah penelitian ini adalah Christian M. Madsen dari Departemen Biokimia Klinis.

dampak hdl tinggi

Kolesterol Baik/HDL Diduga Dapat Meningkatkan Resiko Kematian Dini

Christian M. Madsen dan koleganya telah menggabungkan data-data yang mereka peroleh dari Copenhagen City Heart Study , Copenhagen Population Study , serta Danish Civil Registration System. Dan secara keseluruhan, mereka telah memeriksa data lebih dari 116.000 orang serta secara klinis mengikuti perkembangan mereka selama rata-rata lebih dari 6 tahun, dimana pada saat itu ada lebih dari 10.500 orang telah meninggal dunia. Mereka melakukan tes darah untuk kedua jenis kolesterol HDL dan LDL, kadar kolesterol diambil tanpa puasa dan secara statistik para peneliti juga menyesuaikan semua variabel yang diketahui yang biasanya berkaitan dengan semua penyebab kematian. Faktor-faktor tersebut meliputi usia, indeks masa tubuh (BMI) ,konsumsi alkohol dan rokok, aktivitas fisik serta diabetes. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan sebanyak 0,4 persen pria dan 0,3 persen wanita memiliki tingkat HDL yang sangat tinggi dalam darah mereka. Pada tingkat ekstrem mereka mendefinisikan kadar HDL sama atau lebih tinggi dari 3,0 milimol per liter untuk pria dan sama dengan atau lebih tinggi dari 3,5 milimol per liter untuk wanita. Studi tersebut menemukan bahwa pria dengan tingkat HDL yang ekstrem dalam darah mereka memiliki kemungkinan 106 persen lebih tinggi untuk meninggal prematur dibandingkan dengan pria yang memiliki kadar kolesterol jenis normal. Sedangkan wanita yang memiliki kadar HDL yang sangat tinggi memiliki kemungkinan 68 persen meninggal prematur daripada wanita dengan kadar kolesterol normal. Selain itu, tingkat kematian pria dengan kadar kolesterol sangat tinggi juga memiliki tingkat kematian 36 persen lebih tinggi daripada pria dengan tingkat normal. Tingkat kematian terendah ditemukan pada mereka yang memiliki kadar HDL sedang atau setara denagn 1,9 milimol per liter untuk pria dan 2,4 milimol per liter untuk wanita.  Tapi Profesor Nordestgaard juga memperingatkan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian observasional sehingga Dia tidak bisa menjelaskan tentang hubungan sebab akibat dari kasus tersebut. Dia menyarankan agar penelitian yang dilakukan pada masa mendatang harus ada yang berani mencoba mencari dan memahami kenapa orang yang memiliki kadar HDL sangat tinggi bisa menyebabkan peningkatan angka kematian dini.